TIMES BLITAR, JOMBANG – Melalui program Perpustakaan Keliling (PerLing), Perpustakaan SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang menyapa warga Perumahan Kencana Mutiara RT 13, Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (24/1/2026).
Dengan misi menghidupkan kembali budaya literasi sejak usia dini, langkah ini menunjukkan komitmen lembaga pendidikan bertaraf internasional ini dalam mencerdaskan bangsa tak hanya dilakukan di lingkungan sekolah
Kegiatan yang dipusatkan di Musholla Al-Ikhlas tersebut langsung menarik perhatian anak-anak dan remaja setempat. Mobil Perpustakaan yang hadir membawa ratusan koleksi bacaan, mulai dari buku dongeng, kisah Nabi, hingga komik edukatif.
Program Perpustakaan Keliling ini melibatkan kolaborasi antara staf perpustakaan, pegiat literasi, serta warga sekitar. Para relawan tampak aktif mendampingi anak-anak memilih dan membaca buku, sementara orang tua dan pengurus musholla turut menciptakan suasana belajar yang inklusif.
“Kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial. Kami berharap bisa menjadi pemicu lahirnya kebiasaan membaca di lingkungan keluarga,” kata Fahim panitia dalam kegiatan ini saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Menurut panitia, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar budaya baca tumbuh secara organik dan berkelanjutan.
Suasana semakin meriah dengan penampilan Ali Imron atau yang akrab disapa Kak Ali, seorang ventiloquis yang tampil bersama bonekanya, Tiko. Melalui dialog interaktif dan humor edukatif, Kak Ali menyampaikan pesan tentang pentingnya membaca sebagai jendela dunia.
“Membaca itu seperti punya sayap. Dengan buku, kita bisa terbang ke mana saja tanpa harus pergi jauh,” ujar Kak Ali di hadapan anak-anak yang duduk melingkar.
Selain dongeng, panitia juga menggelar kuis literasi dan permainan tebak-tebakan. Antusiasme peserta meningkat saat diumumkan adanya hadiah menarik bagi yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar.
“Seru sekali. Saya jadi ingin sering baca buku supaya bisa jawab kuis lagi,” kata salah satu peserta dengan wajah antusias.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta dialog ringan antara pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana keberlanjutan program literasi di lingkungan perumahan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan. Anak-anak di sini butuh ruang belajar yang menyenangkan di luar sekolah,” ujar Yoyok Zakariya Ketua RT setempat.
Pria yang akrab disapa Abah Yoyok menegaskan bahwa program Perpustakaan Keliling merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menanamkan kecintaan membaca pada generasi muda.
“Literasi adalah fondasi karakter. Jika sejak kecil anak-anak akrab dengan buku, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kritis, berwawasan luas, dan berakhlak,” ungkapnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Perpustakaan Keliling Sapa Warga Jombang, Hidupkan Budaya Baca Sejak Dini
| Pewarta | : Rohmadi |
| Editor | : Ronny Wicaksono |