TIMES BLITAR, BLITAR – Setelah melihat progres pembangunan, potensi UMKM, dan peluang pariwisata, sinergi antar sektor menjadi kunci utama agar JLS benar-benar membawa kemakmuran rakyat. JLS telah terhubung fungsional dengan Tulungagung di barat, dan dengan sebagian trase beroperasi paruh pertama 2026, proyek ini siap melengkapi jaringan jalan lintas daerah.
Tantangan Utama Yang Dihadapi
Tentu saja! Berikut langkah konkret yang sudah dilakukan pemerintah daerah Blitar untuk mengatasi tantangan tersebut:
Untuk Sinkronisasi Pembangunan
1. Pembentukan Tim Koordinasi Khusus
Telah dibentuk tim gabungan antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Perhubungan Blitar untuk menyusun peta prioritas perbaikan jalan pendukung. Tahun 2026, akan difokuskan pada 15 jalan lokal yang langsung menghubungkan kawasan industri, sentra UMKM, dan objek wisata ke trase JLS
2. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Swasta
Pemerintah daerah telah mengajukan bantuan anggaran tambahan ke Provinsi Jawa Timur untuk perbaikan jalan utama pendukung. Selain itu, telah ada kerjasama awal dengan beberapa perusahaan konstruksi lokal untuk melakukan perbaikan jalan kecil secara bergotong-royong dengan sistem pembiayaan bertahap.
Untuk Keberlanjutan Program
1. Pembentukan Badan Pengelola Rest Area
Rest area JLS Blitar akan dikelola oleh badan yang terdiri dari perwakilan pemerintah, UMKM lokal, dan akademisi. Telah direncanakan program incubator bisnis untuk UMKM yang akan berjualan di sana, termasuk pelatihan manajemen usaha dan standarisasi produk.
2. Pedoman Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Sudah diterbitkan peraturan daerah tentang pengelolaan objek wisata di sekitar JLS, yang mengharuskan setiap proyek pariwisata menyertakan rencana konservasi lingkungan. Contohnya, pengembangan kawasan wisata alam di Kecamatan Kanigoro akan dilengkapi dengan sistem pengelolaan sampah dan penanaman pohon sebagai bagian dari persyaratan izin.
Untuk Partisipasi Masyarakat
1. Program Kemitraan Ekonomi Bersama
Telah diluncurkan program yang menghubungkan pelaku usaha besar yang beroperasi di sekitar JLS dengan UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku atau mitra penjualan.
Sampai saat ini, sudah ada 23 UMKM yang mendapatkan kemitraan dengan perusahaan makanan dan minuman nasional.
2. Pelatihan Keterampilan Berbasis Potensi Lokal
Dinas Koperasi dan UMKM Blitar telah menyelenggarakan serangkaian pelatihan selama 2025-2026, seperti pembuatan produk kuliner khas Blitar yang siap ekspor, manajemen toko online, dan perawatan taman wisata. Targetnya, sebanyak 500 masyarakat dari berbagai kecamatan akan mengikuti pelatihan ini.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan infrastruktur diukur dari seberapa banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Bupati Rijanto juga mengimbau agar semua pihak mendukung JLS sebagai program nasional yang akan membuka akses pasar dan lapangan kerja.
Dengan mengutamakan transparansi, keadilan, dan kelestarian alam, JLS Blitar diharapkan tidak hanya menjadi jalan raya yang menghubungkan wilayah, tetapi juga sebagai katalisator perubahan yang membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Blitar. (Tamat). (*)
***
* Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Aktif di PW ISNU
*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id
____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.
| Pewarta | : Imam Kusnin Ahmad |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |