Eksotisme Pantai Serang Blitar, dari Ombak Samudra hingga Tradisi Nelayan
Pantai Serang Blitar menawarkan panorama pesisir selatan, sunset eksotis, kuliner seafood, hingga tradisi Larung Sesaji yang masih terjaga.
BLITAR – Pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur menawarkan lebih dari sekadar hamparan pasir dan debur ombak Samudra Hindia. Destinasi bahari yang dikelola pemerintah desa ini pernah masuk nominasi 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia, sebuah pengakuan atas pengelolaan berbasis masyarakat yang memadukan panorama alam, aktivitas rekreasi, dan tradisi lokal yang masih hidup.
Berjarak sekitar 90 menit berkendara dari pusat Kota Blitar, Pantai Serang kerap menjadi pilihan keluarga maupun rombongan wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai selatan Jawa dengan fasilitas relatif lengkap.
Menuju Pantai Serang
Pantai ini berada di jalur pesisir selatan Pulau Jawa dan dapat dicapai melalui dua rute utama. Jalur pertama melewati Lodoyo–Margomulyo menuju Panggungrejo, lalu mengikuti penunjuk arah hingga kawasan pantai; rute ini bisa dilalui bus besar. Alternatif lainnya melalui arah Pantai Tambakrejo dan Jalur Lintas Selatan sebelum berbelok ke timur yang lebih nyaman untuk kendaraan pribadi, meski belum ideal bagi bus besar. Aplikasi navigasi digital memudahkan pencarian lokasi.
Fasilitas yang Mendukung Wisata Keluarga
Di area pantai tersedia lahan parkir luas sekitar 9.000 meter persegi yang mampu menampung ribuan kendaraan roda dua dan roda empat serta puluhan bus. Puluhan toilet umum dengan pasokan air bersih, musholla, serta pusat informasi wisata melengkapi kebutuhan dasar pengunjung.

Deretan sekitar 70 kios kuliner menyajikan menu andalan berupa ikan bakar, udang, hingga hidangan laut segar lainnya. Bagi pencinta aktivitas luar ruang, tersedia wahana ATV, jalur trail, paintball, panahan, serta persewaan perlengkapan berkemah. Untuk menginap, wisatawan dapat memilih homestay di Desa Serang atau hotel di Kota Blitar.
Pantai Serang dengan tiket masuk Rp10.000 dikenal dengan bentang pasir putih kecokelatan yang panjang. Pada hari-hari tertentu, pengunjung bahkan berpeluang melihat lumba-lumba melintas di kejauhan.
Ombak di pesisir selatan tergolong besar, namun pada kondisi tertentu bisa dimanfaatkan peselancar. Area berenang biasanya dibatasi oleh petugas demi keselamatan.
Wisata petualangan juga menjadi daya tarik: berkemah, menyusuri pantai dengan ATV, memancing, atau mencoba paintball di area yang telah disiapkan. Dari sisi budaya, wisatawan dapat mengamati aktivitas nelayan tradisional, mengunjungi lokasi konservasi penyu, hingga menyaksikan pelepasan tukik ke laut.
Tradisi Larung Sesaji yang Masih Terjaga
Salah satu magnet budaya Pantai Serang adalah upacara Larung Sesaji yang digelar setiap 1 Suro, penanda tahun baru Jawa. Dalam ritual ini, masyarakat melarung sesaji sebagai ungkapan syukur atas rezeki hasil tangkapan. Prosesi diiringi musik tradisional dan menarik minat wisatawan yang ingin menyaksikan kearifan lokal di pesisir selatan.
Kehidupan nelayan dengan alat tangkap sederhana dan kepercayaan terhadap alam laut juga masih menjadi bagian dari keseharian warga sekitar.
Pantai Serang menghadirkan paket lengkap: panorama laut selatan, aktivitas rekreasi, hingga tradisi pesisir yang masih terawat. Dengan pengelolaan berbasis desa yang terus berkembang, destinasi ini bukan hanya ruang libur, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan penggerak ekonomi lokal, sebuah alasan kuat untuk memasukkannya dalam daftar perjalanan saat ke Blitar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



