KH Imam Suhrowardi, Ulama Pembina Kader yang Membumikan Nilai NU di Blitar Raya
KH Imam Suhrowardi

KH Imam Suhrowardi, Ulama Pembina Kader yang Membumikan Nilai NU di Blitar Raya

Sosok KH Imam Suhrowardi dikenal sebagai ulama kharismatik Blitar Raya yang konsisten membina kader muda NU melalui pendidikan pesantren, organisasi, dan pengabdian sosial.

TIMES Blitar,Senin 26 Januari 2026, 07:05 WIB
13.2K
I
Imam Kusnin Ahmad

BLITARDi Blitar Raya, nama KH Imam Suhrowardi dikenal luas di kalangan Nahdlatul Ulama. Almarhum kerap disebut sebagai ulama kharismatik yang dekat dengan rakyat, terutama generasi muda NU. Sepanjang hidupnya, ia bukan hanya mengajarkan ilmu keislaman, tetapi juga menanamkan nilai karakter, keteguhan sikap, dan kasih sayang sosial kepada kader-kader yang dibinanya.

Semasa aktif di organisasi, KH Imam Suhrowardi pernah mengemban amanah sebagai Mustasyar dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar. Di luar struktur organisasi, perannya sebagai pengasuh Pondok Pesantren APIS Gondang Gandusari menjadi ruang utama pembinaan santri dan kader NU lintas generasi.

Latar Belakang dan Pendidikan

KH Imam Suhrowardi lahir pada 31 Oktober 1938 atau bertepatan dengan 7 Ramadhan 1357 Hijriah. Ia merupakan putra dari pasangan KH Shodiq Damanhuri dan Nyai Hj Salamah. Gus Imam—sapaan akrabnya—adalah generasi ketiga pengasuh Pondok Pesantren APIS Sanan Gondang yang didirikan sang kakek pada 1939.

Sebagai ulama, ia menempuh pendidikan di berbagai pesantren dan berguru kepada sejumlah tokoh agama. Proses panjang tersebut membentuk kedalaman pemahaman keislamannya sekaligus cara pandang moderat dalam menyikapi persoalan sosial dan kebangsaan.

KH Imam Suhrowardi wafat pada Kamis, 23 Januari 2019, pukul 09.00 WIB setelah menjalani perawatan di ICU RSUD Blitar. Pesantren yang diasuhnya hingga akhir hayat kini berkembang dengan ribuan santri dan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, baik keagamaan, pemerintahan, maupun sosial kemasyarakatan.

Membina Kader dengan Keteladanan

Pola pembinaan KH Imam Suhrowardi dikenal tegas sekaligus membumi. Dalam berbagai pertemuan dengan kader muda NU, ia menekankan empat nilai utama: tatag, teteh, tutug, dan tanggon. Nilai-nilai itu menjadi pegangan dalam menjalankan amanah organisasi dan pengabdian sosial.

“Jadi pemuda harus tatag, teteh, tutug, dan tanggon, serta selalu menjaga amanah organisasi dalam kondisi apa pun,” demikian pesan yang kerap ia sampaikan kepada kader Ansor dan Banser.

Menurutnya, kader muda NU harus berani berjuang menegakkan nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Ia mengingatkan agar kader tidak gentar menghadapi tantangan, seraya menegaskan pentingnya niat dan tawakal.

Pada masa pascareformasi, ketika warga NU menghadapi situasi politik yang tidak mudah setelah lengsernya KH Abdurrahman Wahid, Gus Imam mendorong penguatan semangat perjuangan Ansor dan Banser di Blitar. Berbagai kegiatan sosial, pelatihan kader, hingga kerja sama lintas lembaga digerakkan sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

Dekat dengan Anak Muda

Kepedulian KH Imam Suhrowardi terhadap generasi muda NU tercermin dalam keseharian. Setiap kader yang sowan hampir selalu disambut dengan sapaan sederhana khas Jawa yang menghangatkan suasana: menanyakan kabar dan memastikan tamu sudah makan. Cara ini membuat anak muda merasa diterima dan dihargai.

Kesaksian serupa disampaikan Dr H. Bahruddin Tauhid, mantan pimpinan IPNU Blitar yang kini menjabat Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pacitan. Sejak awal 1990-an, Gus Imam dikenal aktif memberi tantangan kepada kader muda, mulai dari tugas organisasi hingga pelibatan langsung dalam forum-forum NU tingkat wilayah. Pola ini bukan sekadar penugasan, melainkan latihan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian mengambil keputusan.

Dedikasi di Bidang Pendidikan

Sebagai pengasuh Pesantren APIS Gondang Gandusari, KH Imam Suhrowardi memberi perhatian besar pada pendidikan pesantren dan pendidikan formal di bawah naungan Ma’arif NU. Ia merintis dan mengembangkan puluhan cabang pesantren APIS di Jawa dan luar Jawa.

Di Blitar, ia turut mendorong penguatan lembaga pendidikan Ma’arif NU, termasuk pengembangan madrasah dan sekolah kejuruan Islam. Komitmennya pada pendidikan menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi santri dan kader NU yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Pada awal era reformasi, Gus Imam terlibat dalam perintisan Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Blitar dan pernah menjabat Ketua Dewan Syuro PKB setempat. Meski demikian, keterlibatannya dalam politik tetap diletakkan sebagai sarana pengabdian, bukan tujuan utama. Fokusnya tetap pada kesejahteraan masyarakat dan penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Warisan Keteladanan

KH Imam Suhrowardi dikenang sebagai ulama yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan dinamika zaman. Keteladanannya tercermin dalam sikap sederhana, kedekatan dengan umat, serta konsistensi membina kader muda NU.

Jejak pengabdian dan pemikirannya meninggalkan warisan penting bagi masyarakat Blitar Raya, terutama dalam bidang pendidikan dan kaderisasi NU. Nilai-nilai yang ia tanamkan tetap relevan sebagai inspirasi bagi generasi penerus dalam merawat agama, organisasi, dan bangsa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Imam Kusnin Ahmad
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Blitar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.